Fantastic4C

My photo
bogor, jawa barat, Indonesia
We are the Fantastic 4C team! *Adelia Putri, *Alifa Shakila, *Aquila Jidapa, *Aulia hamdan Fauzi, *Dayzan Arkananta, *Dhiena Alyaa Puteri *Fairuuz Shihan Namora, *Fawwaz Abud, *Frilli Azarine Maharani, *Husna Aulia Fadilah, *Kelana S Putra Monoarfa, *Marwa Nur Mardhiyah, *Muhammad Abyan K Subayu, *Muhammad Daffa Fadhillah, *Muhammad Daffa Hidayat, *Muhammad Daffa Nashrullah, *Muhammad Fathan Firdausi, *Muhammad Majdi Fuadi, *Muhammad Rafidan M, *Muhammad Reyhan Dafiansyah, *Muhammad Zidan Alian Fadila, *Nisya Salsabila Putri, *Ranuh Muhammad, *Rendy Shika Kawaldi, *Salma Fauziyah, *Salsabila Evandi, *Shafa Naurah Kamiliya, *Tubagus Fauzan Abdul Aziz, *Wiyoga Adhitya Pratama, dan tentu saja bersama ustadzah Melissa Madjid.. ^_^ so LeTs PLaY, LeArN, anD gRoW toGetHer..!

Mar 9, 2011

selamat datang UTS ..

Tanpa terasa, semester genap ini sudah hampir sampai pada pertengahan waktunya..
Berarti, saatnya murid murid mengevaluasi kemampuannya selama yang sudah ditempuh sebelumnya.
Mulai minggu depan insya Allah ulangan sudah kembali berlangsung. Jadwalnya adalah sebagai berikut...


Senin, 14 Maret 2011 : Bahasa Indonesia & Bahasa Sunda

Selasa, 15 Maret 2011 : Matematika & PKn

Rabu, 16 Maret 2011 : IPA & Bahasa Arab

Kamis, 17 Maret 2011 : Agama Islam & IPS

Jum'at : 18 Maret 2011 : PLH & Bahasa Inggris

Nah, Selamat berjuang menempuh prestasi yang semakin cemerlang! Doa ustadzah smoga Ananda seluruhnya bisa melewatinya dengan usaha yang terbaik...
Jaga kesehatan dan makan makanan yang baik dan menyehatkan ya, juga istirahat yang cukup. Tetap tekun shalat lima waktu, dan....perbanyak doa juga yaa..
Semoga berhasil...!!!

Siswa Paling Cemerlang pekan kedua

Minggu ini Husna Aulia Fadhilah mendapat prestasi siswa paling cemerlang di kelas fantastic...
Sebetulnya semua siswa memang istimewa dan baik, namun ustzh memilih Husna pekan ini karena peningkatan prestasi dan keaktifan di kelas serta inisiatif dalam belajar maupun dalam membantu ustadzah Mel di kelas.

Selamat ya, Husna...

Celoteh Reyhan

Kalau ada yang bertanya siapa murid 'fantastic yang paling semangat bercerita dan berceloteh -hampir tanpa henti- . itulah Muhammad Reyhan Dafiansyah.

Reyhan sebenarnya murid baru At Taufiq sejak kelas 3 lalu, tapi begitu cepat menyesuaikan diri dengan teman-teman dan lingkungan di sekolah.

Tiap hari, ada saja celoteh reyhan. Tak jarang, mulai dari ustzh mel memasuki kelas, Reyhan langsung menghampiri ustzh mel, dan mulai bercerita ini itu.
Tak jarang juga ketika ustzh Mel sedang asyik-asyiknya bercerita di depan kelas, Reyhan tiba-tiba sudah mengacungkan tangan, tak sabar untuk menumpahkan isi pikirannya...
Hehe...
begitulah Reyhan yang  gemar bercerita dan bercanda. Jadi tak jarang juga kalau kelas jadi tertawa karena komentar-komentarnya. Pun bahkan saat teman-teman lain sedang khusyu makan siang...

Nah, kemarin ada lagi celotehnya.
Saat itu usth Mel sedang mengumumkan siswa paling cemerlang minggu ini. Ustadzah menyebutkan siswa paling cemerlang terbaru pekan ini, yaitu Husna...
Sambil Usth Mel memotivasi semua siswa di kelas fantastic, agar tetap berusaha yang terbaik dan mengembangkan diri agar bisa menjadi siswa paling cemerlang untuk pekan berikutnya, tiba-tiba Reyhan mulai mengacung tangan lagi.

"Ya, Reyhan, ada apa?" usth mel kembali disela Reyhan.

"Ustadzah... saya mah bukan siswa paling cemerlang,
tapi saya mah siswa paling mengkilap..!!"

Reyhan, Reyhan....ada-ada saja celotehmu, nak...
kembali kamu membuat ustadzah dan teman-teman bertambah ceria dengan celotehmu yang ada-ada saja....

Kompetensi Sains

Senangnya ustadzah Mel hari ini...
tadi siang ustadz Ma'mun mengumumkan hasil seleksi kompetensi sains asyik Kandel, yang diadakan senin lalu di Senayan Jakarta. Banyak peserta dari At Taufiq, termasuk dari kelas 4c sendiri yang meloloskan 13 siswa yang berangkat mengikuti kompetensi tersebut dengan penuh usaha dan harapan agar bisa berhasil. Dan siang tadi pengumuman sudah dibacakan.

Dari SDIT At Taufiq ternyata 7 delegasi berhasil diloloskan untuk melangkah lebih maju ke tahap final. Besok pagi, 10 Maret 2011.
Dan dari 7 siswa, semuanya terdiri dari siswa kelas 5, kecuali satu orang. Ya, hanya satu orang dari kelas empat yang lulus pada babak semifinal kemarin!
dan 1 peserta itu datang dari kelas 4C! Alhamdulillah...

Selamat yaa...
kepada Nisya Salsabila Putri....
Semoga berhasil dalam kompetensi besok yaa
Doa dari ustadzah juga teman-teman semoga besok dapat menempuh kompetensi dengan optimal. Sejauh ini pun ustadzah sudah sangat bangga, karena Nisya berhasil mewakili kelas 4..



Mar 8, 2011

Friday ceria...

Tanpa terasa ya kebersamaan kita sebentar lagi...

Beberapa bulan lagi ananda akan segera menanjak ke kelas 5...

Mar 7, 2011

Kelas Tahfidz Qiroaty

Ustadzah mel jarang menjumpai dan melihat kelas qiroaty yang berjalan biasanya di sisi-sisi masjid At Taufiq. Tapi beberapa minggu belakangan ini beberapa kelompok mengambil tempat di kelas atas sekolah. Termasuk hari ini. Hari Senin merupakan salah satu jadwal kegiatan qiroaty, tepatnya setelah waktu shalat dhuha bersama.

Maka suara anak-anak sudah mulai berdatangan dengan riuh rendah, memasuki beberapa ruang kelas untuk belajar qiroaty disana. Dari ruang kelas 4c sudah terdengar kelompok tahap tahfidz yang berada di kelas sebelah ; 4D, sudah mulai 'berkicau' dengan suara yang cukup nyaring (karena sampai terdengar di kelas sebelah dengan begitu jelasnya) dan dengan penuh semangat. 
dalam hati ustadzah mel begitu bangga sekaligus bersyukur, alangkah penuh semangat mereka dalam membaca surat demi surat dengan murajaah juz 30. Tanpa henti. Terbayang saat ustadzah mel dahulu masih seumur kalian, anak-anakku, paling paling hanya hafal beberapa surat pendek saja. dan sungguh hanya sedikit sekali. jauh dari kalian.

Tapi kekaguman ustadzh mel ternyata tak cukup sampai disitu. Saat usth mel keluar untuk menilik sejenak kelas sebelah yang rame sedang bermurajaah (mengulang bacaan surat-surat Al Qur'an) juz 30 dengan penuh semangat dan kompaknya, terlihat diantaranya ada Alifa dan Husna....
Subhanallah, ternyata disana tidak ada guru qiroaty...yang artinya mereka dengan penuh inisiatif langsung memulai murajaah tanpa perintah atau suruhan sebelumnya...

Ah, anak-anakku sayang, bisa saja kan saat itu, saat tidak ada seorang pun ustadz/ustadzah yang mengawasi kalian, kalian lebih memilih bermain dan bercanda di kelas. 
Tapi kalian memilih Al Qur'an sebagai bentuk lisan kalian,
kalian lebih memilih untukmengambil waktu dengan berinterkasi dengan Al Quran
daripada bermain dan bercanda, kalian lebih peduli pada berlelah-lelah (bisa-bisa beberapa anak ikhwan kehabisan tenaga karena begitu semangatnya bermurajaah) bermurajaah...

Ah, anak-anakku, betapa kalian menjadi kebangaan orangtua dan guru-guru kalian..
malu ustadzah kalau masih belum sesemangat kalian bermurajaah...
betapa kalian menjadi inspirasi bagi guru kalian sendiri....


(Ya Rabb, berikan mereka cahaya-Mu Yang Maha Indah, selamanya..)

Feb 25, 2011

Kegiatan Parenting Teacher

Pada kamis kemarin diadakan kegiatan Parenting Teacher, dimana walimurid (mama/papa) menjadi 'guru' yang memberikan keilmuan ataupun keterampilan tertentu sesuai dengan yang ingin diberikan oleh mama/papa.
Nah, siang kemarin Mama Aquila yang menjadi wakil dari 4c dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan tersebut Alhamdulillah disambut anak-anak fantastic 4c dengan sangat antusias. mama Qila memulai dengan berbagi cerita tentang bagaimana bisa timbulnya jamur pada kue. Anak-anak pun bersemangat dan tekun mendengar.
Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan 'membuat' kue coklat, yang sebetulnya adonan kue tersebut sudah dipersiapkan oleh Mama Qila, jadi anak secara bergantian membuat cetakan dari adonan tersebut.
Murid ikhwan tampak sangat antusias namun tidak berebut untuk mencoba. Para murid akhwat sebenarnya tidak sabar juga ingin mencoba, namun seperti biasa, mereka menunggu giliran dipanggil...
Mama Qila juga sudah membawa beberapa stoples kue yang sudah jadi. dan anak-anak langsung mencoba...
Hmm, lezatnya...

Mama Qila juga sempat melayani beberapa pertanyaan fathan dan teman-teman mengenai cerita awal mama Qila mengenai timbulnya jamur pada kue...

Terima kasih Mama Qila..untuk semua ilmu dan keterampilan yang sudah diberikan, termasuk juga kue-kue yang enak....


Naah, sekarang giliran Ananda semua membuat kue bersama mama/papa di rumah yaa..jangan lupa untuk diba ke sekolah, kan ustdzh Mel bisa ikut mencoba...
^_^

Yuk bermain games!!

 YUk kita bermain games,
games ini insyAllah bikin kita makin pintar,
karena ini bukan sembarang games..

ini adalah games matematika...
mudah-mudahan tambah pinter dengan 'bermain' yaa...


 klik :
http://www.xpmath.com/forums/arcade.php?do=play&gameid=38

Kisah Abu Bakar & Si Pemerah Susu

 Ananda sudah kenal dengan Abu Bakar? Beliau adalah sahabat terdekat Nabi Muhammad saw. Saat itu beliau sudah menjadi khalifah, yaitu pemimpin setelah Nabi Muhammad saw meninggal dunia. Banyak sekali kisah telan mengenai Abu Bakar, ini salah satunya...



Abu Bakar setiap hari berkeliling di perkampungan Madinah. Ia terbiasa berkunjung ke rumah-rumah janda tua dan rumah anak-anak yatim piatu.
Assalamu’alaikum…,” salamnya di depan pintu rumah seorang janda tua.
Wa’alaikum salam…!” jawab janda tua. Dibukanya pintu, lalu wajah perempuan tua itu menjadi berseri-seri.
Oh, Abu Bakar rupanya,” sambutnya gembira.
Nek, apa mau kuperahkan susu kambingnya?” tanya Abu Bakar.
Tidak usah, Tuan…” dengan malu-malu, perempuan tua itu mencoba menolak. Tapi, Abu Bakar mengetahui kalau kedatangannya memang sangat membantu pekerjaan perempuan tua itu.
Mari Nek, aku bantu memerahkan susu,” kata Abu Bakar tersenyum.
Abu Bakar pun memerahkan susu kambing sampai semua wadah terpenuhi. Sedangkan perempuan tua itu memandangi Abu Bakar dengan rasa kagum. Abu Bakar sering datang ke rumahnya untuk membantu memerah susu tanpa mengharap balasan. Kalau saja Abu Bakar tidak datang membantu, pasti ia kesusahan.
Nek, semua wadah sudah terisi…,” kata Abu Bakar.
Terima kasih banyak Tuan, atas bantuannya hari ini,” ucap perempuan tua itu.
Baiklah nek, saya permisi dulu. Assalamu’alaikum,” salam Abu Bakar.
Wa’alaikum salam,” jawab perempuan tua itu lagi.
Abu Bakar meninggalkan perempuan tua itu dengan hati gembira. Kemudian, ia singgah di rumah seorang anak yatim.
Assalamu’alaikum,” salam Abu Bakar. Seorang anak perempuan berlari kecil membukakan pintu.
Wa’alaikum salam,” jawabnya. Bukan main senangnya anak itu ketika melihat Abu Bakar datang.
Tuan datang! Mari, silakan masuk,” sambutnya penuh hormat.
Nak, apa ibumu ada di rumah?” tanya Abu Bakar. Anak itu menggeleng pelan. “Ibu sedang mencari kayu bakar,” kata anak itu.
Mari, kumasakkan sesuatu untukmu,” sahut Abu Bakar.
Abu Bakar memasak gandum untuk makanan anak yatim itu. Sungguh gembira anak perempuan itu menunggu makanan yang dimasak Abu Bakar. Tidak lama kemudian, makanan itu pun matang. Abu Bakar menyuguhkannya pada anak yatim itu.
Sekarang makanlah, Nak. Bila ibumu datang, ia tidak perlu memasak lagi,” kata Abu Bakar.
Anak itu pun makan dengan lahapnya. Abu Bakar memandangnya sambil tersenyum.
Baiklah, aku permisi. Insya Allah, besok aku datang lagi memasak gandum untukmu,” kata Abu Bakar seraya mengusap kepala anak yatim itu dengan lembut.
Terima kasih, Tuan,” ucapnya.
Berhati-hatilah, Nak.
Assalamu’alaikum,” salam Abu Bakar.
Wa’alaikum salam,” jawab anak itu.
Abu Bakar berjalan menuju rumah-rumah lainnya untuk membantu memerah susu atau memasakkan gandum sampai sore hari. Abu Bakar suka sekali dengan pekerjaannya itu. Setiap hari dilakukannya terus menerus.
Begitulah Abu Bakar…walaupun ia seorang saudagar yang kaya raya, orang-orang sangat segan dan menghormatinya. Harta kekayaannya banyak dipakai untuk perjuangan agama islam. Ia juga suka membeli budak-budak yang disiksa karena ketahuan memeluk Islam. Kemudian dimerdekakannya.
Ketika ia terpilih menjadi khalifah, setelah Rasulullah wafat, pekerjaan itu pun masih dilakukannya. Karena kesibukannya banyak menyita waktu, Abu Bakar tidak bisa lagi mengunjungi rumah-rumah janda tua dan anak yatim.
Suatu siang, seorang gadis kecil membawa wadah di tangannya. Ia akan memerah susu kambing.
Diamlah, aku mau memerah susu,” katanya ketika kambingnya tidak mau diam. Tangannya yang mungil tidak cukup kuat menjinakkan kambing itu.
Aduh…, kenapa tidak menurut?” sahut anak yatim itu. Kambingnya malah menghentak-hentakkan kakinya.
Bu, kemana ya, orang itu?” tanyanya.
Orang yang mana?” ibunya balik bertanya.
Orang yang suka membantu memerah susu tidak datang lagi, ya?”
Sudahlah nak, kau harus terbiasa mengerjakannya sendiri,” kata ibunya.
Tiba-tiba terdengar suara orang mengetuk pintu.
Assalamu’alaikum,” terucap salam dari luar.
Wa’alaikum salam” jawab anak itu.
Oh! Tuan datang lagi!” serunya ketika melihat laki-laki yang suka membantunya memerah susu sedang berdiri.
Abu Bakar tersenyum. Betapa gembira anak itu, sipemerah susu datang lagi. Sudah berapa hari ia tidak datang kerumahnya.
Nak, mari kuperahkan susu kambingmu,” kata Abu Bakar seperti biasanya. Anak itu bergegas memanggil ibunya.
Bu! Si pemerah susu itu datang lagi!” serunya girang. “Ia mau membantu kita,” katanya lagi.
Mendengar suara anaknya, ibu itu segera keluar menemui Abu Bakar.
Ya Allah! Anakku, kau tidak patut berkata seperti itu padanya. Tahukah kamu siapa tamu ini?” kata ibunya terperanjat.
Dia si pemerah susu yang suka membantu kita,” jawab anak itu polos.
Tidak, anakku…, beliau orang yang mulia. Beliaulah Khalifah Abu Bakar,” kata ibunya.
Ya Amirul mukminin, maafkanlah anakku, ia tidak tahu siapa Tuan,” dengan wajah pucat ibunya mohon maaf. Gadis cilik itu tampak ketakutan sekali.
Tidak apa-apa. Biarkan saja…,” kata Abu Bakar sambil tersenyum.
Mari kuperahkan,” kata Abu Bakar lagi.
Khalifah Abu Bakar lalu memerahkan susu kambing di rumah anak yatim itu. Kemudian datang ke rumah-rumah lainnya untuk memasakkan gandum.

Sumber ; kisah-kisah teladan


***
Wah, subhanallah...hebat sekali ya Abu Bakar ini. Beliau meski telah menjadi pemimpin, namun tetap rendah hati dan tidak sungkan untuk membantu siapapun, termasuk golongan orang orang yang tidak mampu. 
Nah, siapa yang bercita-cita menjadi pemimpin seperti Abu Bakar yang mulia ini???

Semua anak Kreatif Dan Berbakat

 Banyak orangtua, sadar atau tidak, menganggap anak yang pandai adalah anak yang unggul secara akademik. Tanpa menyadari bahwa kreativitas dan bakat juga perlu dibangun agar anak berhasil dalam kehidupan.

Anak kreatif dapat memecahkan berbagai persoalan yang dihadapinya dengan cara yang efektif, tidak takut melakukan kesalahan, mau berusaha dan mangambil risiko hingga mendapatkan ide yang inovatif.
Orangtua dan guru harus mampu menciptakan iklim yang menunjang dan mendorong anak merasa tertantang untuk berkreasi.
Tantangannya adalah, bagaimana mendidik anak agar menjadi unggul secara akademik dan juga kreatif ?

Mengembangkan kreativitas
Pada dasarnya, berpikir kreatif dapat dikembangkan melalui aktivitas atau kebiasaan sehari-hari. Sehingga, keberadaan lembaga khusus kurang diperlukan. “Yang terpenting adalah bagaimana orangtua dan guru mampu menciptakan iklim yang menunjang pengembangan kreativitas, yang mendorong anak untuk merasa tertarik dan tertantang untuk berkreasi,” jelasnya. Namun, jika yang dimaksud adalah kreativitas yang berkaitan dengan bidang tertentu, seperti seni, anak dapat saja mengikuti kegiatan khusus untuk mengasah potensi dan kreativitasnya.”
Peranan orang dewasa sebagai panutan dalam berperilaku kreatif juga sangat membantu pengembangan kreativitas anak. “Perilaku kreatif bisa ditunjukkan dengan berpikiran terbuka, berani mengambil risiko, mencari ide-ide baru, mengevaluasi ide secara kritis, dan tak ragu untuk mengatasi masalah. Anak-anak belajar dengan mencontoh perilaku orang lain, maka perilaku orang dewasa di sekitarnya merupakan pengaruh yang sangat penting untuk mereka. Orang-orang dewasa ini juga dapat mendorong anak-anak menjadi kreatif dengan memberikan pujian ketika anak tersebut melakukan sesuatu yang kreatif,”.
Secara spesifik, melihat guru dan orangtua harus belajar dengan strategi dan kemampuan berpikir kreatif, agar dapat mendorong anak berpikir kreatif. “Mereka juga dapat mencari informasi mengenai lingkungan seperti apa yang dapat mendukung kreativitas, sehingga mereka sendiri dapat membangun lingkungan semacam itu,”.
Proses kreatif tidak bisa dipisahkan dari adanya imajinasi. “Anak yang diberi kesempatan untuk bebas berimajinasi lewat bermain atau aktivitas lainnya sudah mendapatkan peluang besar untuk memunculkan potensi kreatifnya. Dengan lingkungan yang kaya akan rangsangan mental di mana anak bebas dan merasa aman dalam berkreasi maka ia akan merasa tertarik dan tertantang untuk mewujudkan kreativitasnya. Kondisi ini, dapat tercipta bila orangtua mau menyempatkan diri berdiskusi dengan anak, menyediakan alat-alat permainan yang dapat merangsang kreativitas, dan memberi ruang untuk berkreasi.”

Sinergi pengetahuan & kreativitas
Ahli kreativitas, S.C. Utami Munandar melihat bahwa pendidikan kreativitas sangat terkait dengan pendidikan akademik. Dengan menjadi kreatif, siswa tidak akan merasa cemas ketika menghadapi masalah dalam pelajaran karena sudah terbiasa melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang.
Sependapat bahwa seharusnya tidak ada perbedaan antara akademik dan kreativitas. Karena untuk menjadi kreatif dibutuhkan pengetahuan dan keterampilan. “Anda tidak dapat mencipta atau memikirkan sesuatu yang baru jika hanya sedikit hal yang Anda ketahui. Di lain pihak, mengetahui dan mengingat banyak hal tanpa mengetahui bagaimana mengelola pengetahuan itu menjadi suatu manfaat yang baik dan efektif juga tidak berguna,” .
Mengenai metode pendidikan, memandang perlu dikembangkan kemampuan dalam berpikir secara divergen, yaitu proses berpikir yang memungkinkan untuk menghasilkan beragam jawaban terhadap satu persoalan. “Misalnya metode belajar aktif. Metode ini akan merangsang anak untuk mencari solusi dari beragam persoalan kegiatan belajar. Kegiatan belajar mengajar pun dirancang sedemikian rupa sehingga tidak hanya bersifat teoritis tetapi juga memungkinkan siswa atau anak untuk mengaplikasikan teori tersebut dalam kehidupan sehari-hari,” .
Misalnya, guru memberikan pertanyaan yang menuntut jawaban yang beragam, seperti meminta anak menyebutkan fungsi lain yang tidak biasa dari suatu benda (katakan saja fungsi lain dari koran selain dari fungsi umumnya yaitu untuk dibaca).
Dari penelitian yang dilakukan di sejumlah sekolah umum, disimpulkan bahwa para guru harus lebih menyadari bahwa mereka bisa menjadi kreatif dan memiliki keberanian untuk mengaplikasikan kekreatifannya dalam proses mengajar. ”Namun hal ini sulit dilakukan karena kendalanya di Indonesia ialah budaya yang tidak mendukung sesuatu dilakukan secara berbeda. Dalam budaya Indonesia, mengambil risiko bukanlah hal yang biasa dilakukan,”.

Ciri-ciri anak yang kreatif
Fluency. Mampu melontarkan beragam ide unik dalam waktu terbatas
Flexibility. Mampu menelaah berbagai sudut pandang dalam mencari alternatif pemecahan masalah
Mampu menciptakan/memikirkan hal-hal yang bersifat original
Mampu melakukan elaborasi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi, atau berpikir secara detil sehingga dapat menghasilkan hal-hal atau pemikiran baru
Mampu mengombinasikan berbagai hal/ide yang dapat menghasilkan sesuatu yang baru
Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kreativitas dan bakat
Ciptakan lingkungan yang merangsang kreativitas
Kembangkan rasa ingin tahu anak dengan mengenalkannya pada berbagai hal atau kegiatan, misalnya dengan melakukan eksprerimen sederhana, membuat kreasi, atau mengunjungi museum.

Libatkan anak dalam kegiatan curah ide (brainstorming )
Minta anak melontarkan beragam ide dalam kelompok, dan kemudian membahas ide-ide yang dilontarkan. Semakin banyak ide yang dihasilkan, semakin besar kemungkinkan munculnya ide-ide yang unik.

Berikan kesempatan untuk bereksplorasi dan mencoba
Berikan anak kebebasan untuk melakukan eksplorasi, menemukan hal-hal baru, dan sesekali membuat kesalahan sehingga ia dapat belajar menelaah berbagai sudut pandang untuk memecahkan persoalan.

Munculkan motivasi internal
Hargai setiap ide maupun karya yang dihasilkan anak secara proporsional. Hindari memberi kritik yang dapat menimbulkan kekecewaan pada anak. Hindari juga memberi pujian secara berlebihan. Hendaknya juga tidak selalu menghadapkan anak pada situasi yang kompetitif.

Kembangkan cara berpikir yang fleksibel dan playful
Latih anak untuk menelaah berbagai sudut pandang dalam menghadapi persoalan. Misalnya saja ketika anak melontarkan pendapatnya, orangtua atau guru dapat memperkaya pendapat tersebut ataupun memberikan pendapat dari sudut pandang lain tanpa mengkritisinya. Kembangkan sense or humor sehingga anak terbiasa menghadapi ide-ide ‘liar’, yang tidak biasa (out of the box).

Kenalkan anak dengan orang-orang yang kreatif
Kenalkan anak pada seseorang yang memiliki suatu karya dan diskusikan mengenai kemampuannya. Guru juga dapat merancang suatu kegiatan di sekolah, misalnya dengan mengundang ahli dalam bidang tertentu untuk berbagi pengalaman mengenai hal-hal yang dapat membantu mereka dalam menghasilkan karyanya (mengembangkan kreativitas), seperti penulis, musisi, scientist, dsb)

Kebiasaan-kebiasaan yang menghambat kreativitas anak
Pola asuh otoriter atau over protektif.
Memberikan aktivitas yang sudah terstruktur, seperti mewarnai berdasarkan contoh dan permainan yang sifatnya mekanis dan otomatis
Kebiasaan mengkritik secara cepat dan mencemooh hasil karya anak
Kurangnya waktu luang untuk anak
Melarang anak untuk melamun, padahal melamun merupakan saat dimana anak dapat berimajinasi menghasilkan kreasi-kreasinya. Namun orangtua dan guru juga tetap perlu memperhatikan durasi anak dalam melamun agar tidak membuatnya lupa mengerjakan tugasnya kembali atau melakukan aktivitas semula.